Pendidikan Agama Buddha • Kelas 3-6

Mengelola Uang
ala Agama Buddha

"Panduan hidup perumah tangga yang sejahtera"

Kisah Sigāla

Sigāla adalah seorang pemuda yang menyembah 6 arah mata angin (Timur, Selatan, Barat, Utara, Atas, Bawah) karena tradisi ayahnya.

Sang Buddha "mengalihkan" arah tersebut menjadi simbol Moral Sosial: cara memperlakukan orang-orang di sekitar kita.

SIGALA UTARA (Sahabat) SELATAN (Guru) TIMUR (Orang Tua) BARAT (Keluarga)

Rumus Pembagian Harta

🍜

25%

Bhoga

Kebutuhan Hidup

🌱

50%

Usaha & Pengembangan

Modal kerja atau "Investasi Diri" (Buku, Kursus)

🛡️

25%

Nidhāna

Tabungan Darurat

1 Bagian

Konsumsi (Bhoga)

  • Makanan dan Minuman.
  • Transportasi ke sekolah.
  • Alat tulis (buku, pensil, pulpen).
  • Bukan untuk foya-foya, tapi keperluan yang wajar.

2 Bagian

Pengembangan

Untuk Siswa: Investasi "Leher ke atas"

📚 Beli Buku
🎸 Kursus/Les
🎓 Tabungan Kuliah

1 Bagian

Simpanan (Nidhāna)

"Disisihkan dulu sebelum belanja."

Hanya dipakai saat darurat:
🏥 Sakit
🏫 Biaya Sekolah mendadak
👨‍👩‍👧‍👦 Membantu keluarga

Menabung ≠ Pelit

🛡️

Perlindungan

Menjaga diri dari kesulitan di masa depan.

🧘

Pengendalian

Latihan menahan keinginan impulsif.

🤝

Tanggung Jawab

Ciri khas umat Buddha yang baik.

1 Studi Kasus: Jajan Rp10.000

Ket.
Anak A
Anak B
Pakai
Rp10rb
Rp7rb
Tabung
Rp0
Rp3rb
1 Tahun
Rp0
Rp1.095.000

Hanya menyisihkan 3 ribu perak, setahun bisa punya sejuta!

2 Jajan Rp20.000

Strategi Agresif: Tabung 75%

Uang Jajan Rp20.000
Jajan - Rp5.000
Ditabung + Rp15.000

Hasil 1 Tahun

Rp5,4 Juta
💻 Bisa beli Laptop
🚲 Bisa beli Sepeda

Kesimpulan

💡

"Tidak 100% habis.
Selalu ada bagian yang disimpan dan dikembangkan."